Sejak tanggal 26 maret 2015 Tim Pendamping Pemberdayaan
Masyarakat KPHL Rinjani Timur terjun ke masyarakat sekitar kawasan hutan
tertentu yang akan dijadikan areal kemitraan yang terletak di Desa Sugian Kecamatan
Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Pertama, kami turun menemui pemerintah desa
setempat untuk memperkenalkan diri sebagai Pendamping Masyarakat dan melakukan
identifikasi ada dan tidaknya Kelompok Tani Hutan (KTH) di desa tersebut.
Selain itu kami juga menyampaikan maksud dan tujuan program baru yang akan
dicanangkan di Desa setempat, yaitu program Kemitraan Kehutanan bersama
masyrakat sekitar kawasan hutan dengan acuan perundangan Peraturan Pemerintah
Kehutanan Nomor 39 tahun 2013. Hasil identifikasi menyatakan bahwa, di Desa
tersebut terdapat KTH dengan nama KTH Harapan Bersama. Akan tetapi, KTH
tersebut masih belum dikukuhkan oleh pemerintah setempat. Selanjutnya, kami
turun menemui ketua kelompok dan beberapa orang pengurus KTH tersebut. Hasil
tinjauan kami terkait perkembangan kelompok yang telah dibentuk, ternyata KTH
Harapan Bersama dibentuk berdasarkan hasil kesepakatan pertemuan dari beberapa
orang dengan struktur kepengurusan yang dibentuk diatas meja atau tanpa
musyawarah, sehingga masyarakat belum mengerti akan maksud pembentukan KTH
tersebut.
Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Rinjani Timur; Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB "Gandeng Masyarakat, Hutan Lebat, KPH Hebat"
Rabu, 27 Januari 2016
Sabtu, 16 Januari 2016
Semangat Baru Langkah Baru 2016
Oleh M. Aminuddin Munir, S.Hut, M.Si
(Kepala KPHL Rinjani Timur)
Kita telah memasuki tahun 2016,
dan banyak pengalaman yang didapat ditahun 2015 terutama kemitraan kehutanan.
Kemitraan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka mewujudkan
“Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera”.
KPH Rinjani Timur dengan luas
37.063,67 Ha, tidak mungkin berhasil mengelola hutan tanpa ada peran serta dan
kontribusi dari masyarakat. Oleh karenanya, pada tahun 2015 fokus kegiatan KPH
Rinjani Timur yakni membangun kemitraan dengan masyarakat pinggir kawasan, baik
dalam pemanfaatan jasa lingkungan (Koperasi Wisatani), HHBK (KTH Semaring) maupaun
HHK (KTH Harapan Bersama). Tidaklah berlebihan jika KPH Rinjani Timur mengambil
slogan “Gandeng masyarakat, hutan lebat,
KPH hebat” karena salah satu resolusi di tahun 2016 yaitu tersusunnya
dokumen kemitraan yang menjamin bagi hasil yang menguntungkan para pihak dengan
dasar hukum yang kuat.
Kamis, 03 Desember 2015
Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Kabupaten Lombok Timur 2015
28 November, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor
24 tahun 2008 telah disepakati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan
Menanam Nasional. Tema HMPI Tahun 2015 “Ayo
Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon Untuk Hidup Yang Lebih Baik” disampaikan oleh
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Zainal
Abidin, S.Sos, pada peringatan HMPI Tingkat Kabupaten Lombok Timur di Labuhan
Haji, Sabtu 28 November 2015.
H. Suhermanto, selaku Kepala Bidang
RLPS sekaligus ketua panitia, menjelaskan bahwa kegiatan HMPI ini sebenarnya bertujuan untuk
menyukseskan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan dalam rangka mengatasi lahan
kritis di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Kabupaten dan
Kota di Indonesia baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan
hutan. Lokasi penanaman untuk kegiatan
HMPI tahun ini dipilih di Labuhan Haji, yaitu di luar kawasan hutan sebagai
upaya reboisasi sempadan pantai.
Yang Muda Yang Berjaya
Membangun
Kemitraan Kehutanan di Wilayah Konflik, suatu tantangan baru yang diterima oleh
tiga orang rimbawan sarjana muda yang saat ini tergabung dalam ikatan Tenaga
Bakti Rimbawan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) di KPHL
Rinjani Timur Unit IV Nusa Tenggara
Barat. Tiga orang rimbawan bernama Lukmanul Hakim, Bisrul Khofi dan Jamilyadhatus
Sholihah mendapat tugas perdana untuk menggandeng masyarakat agar bersedia ikut
serta bersama – sama dalam membangun Hutan melalui Sistem Kemitraan Kehutanan pada
kawasan hutan produksi yang terletak di Desa Sugian Kecamatan Sambelia
Kabupaten Lombok Timur yang diketahui memiliki kondisi sosial, ekonomi dan politik yang cukup
menantang.
Budidaya Tanaman Sengon Laut
Oleh : Sandy P. Gautama
Hai, sobat sekalian dimana berada......
Kali ini saya ingin berbagi sedikit tips - tips tentang
Budidaya Tanaman Sengon Laut secara generatif yang sangat efektif dan efisien
untuk di lapangan. Tetapi sebelum kita lanjut membahas lebih dalam,
marilah kita terlebih dahulu mengenal tentang klasifikasi ilmiah dari tanaman
sengon laut tersebut, yaitu :
|
|
Jumat, 06 November 2015
Pengolahan HHBK Jahe Gajah (Zingiber officinale) sebagai produk unggulan
KPHL Rinjani Timur bersama Kelompok Tani Hutan Gapoktan Puncak Semaring Desa Mekar Sari mengadakan pelatihan pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Jahe Gajah (Zingiber officinale) sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam program kemitraan kehutanan. HHBK yang dibudidayakan dan diolah adalah jahe gajah (Zingiber officinale), yang merupakan salah satu jenis tumbuhan bawah yang banyak tumbuh di bawah tegakan hutan.
Salah satu tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya peningktan kesejahteraan masyarakat dari segi ekonomi, sesuai dengan visi misi kementerian kehutanan. Hal tersebut dikarenakan selama ini masyarakat hanya mampu mengambil dan memanfaatkan HHBK jahe dalam bentuk mentah dengan nilai penjualan yang sangat rendah. Pengolahan jahe diarahkan untuk dijadikan produk Kelompok Tani Hutan Gapoktan Puncak Semaring dalam bentuk Jahe serbuk instant dan permen jahe. Dengan adanya pembinaan dalam pengolahan HHBK ini diharapakan ke depannya mampu menambah lapangan pekerjaan bagi masayarakat Desa Mekar Sari. Guna mempermudah dalam upaya pengolahan, Gapoktan Puncak Semaring bersama KPHL Rinjani Timur dan perangkat Desa Mekar Sari membentuk kelompok usaha bersama yang terdiri dari para ibu rumah tangga dan pemudi desa.
Rabu, 04 November 2015
Perjalanan Kemitraan Bukit Pergasingan
Bukit Pergasingan merupakan salah satu objek wisata di Sembalun yang dikelola oleh kelompok masyarakat desa. Bukit Pergasingan terletak di dalam blok wilayah tertentu KPHL Rinjani Timur dan dapat dikembangkan melalui skema kerjasama kemitraan kehutanan.
Pada awalnya, bukit Pergasingan terlihat ramai pengunjung pada saat malam tahun baru 2015 padahal belum ada kebijakan dari KPHL Rinjani Timur untuk mengelolanya. Hal ini yang kemudian mengusik dan kemudian dilakukan pengecekan langsung ke lokasi Bukit Pergasingan. Penggalian informasi awal dilakukan melalui para polhut, jagawana, dan lang-lang yang bertugas di kawasan Sembalun. Bersamaan dengan penggalian informasi tersebut, kami, KPHL Rinjani Timur juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi camping ground Bukit Pergasingan.
| Survey kawasan Bukit Pergasingan |
Langganan:
Postingan (Atom)


