Senin, 18 April 2016

SURVEI KONDISI HUTAN TANAMAN SENGON LAUT DI KAWASAN KEMITRAAN KEHUTANAN HP 20, HP 21 HP 22 RTK 1 GUNUNG RINJANI



Kamis, 07 April 2016 TIM Pemberdayaan masyarakat KPHL Rinjani Timur melakukan survei kondisi hutan tanaman sengon laut di Kawasan Kemitraan Kehutanan HP 20, HP 21 dan HP 22 RTK 1 Gunung Rinjani. Secara umum, kondisi hutan tanaman sengon laut di  kawasan tersebut tumbuh dengan cukup baik, meskipun sejak pertengahan februari kemaren hujan tidak turun menyirami, tanaman sengon laut nampaknya mampu bertahan dan tetap tumbuh. Kondisi tanaman di setiap lahan penggarap berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh waktu perbedaan waktu penanaman antar penggarap, perbedaan jenis tanaman bawah tegakan yang dipilh, serta perbedaan perlalukan yang diberikan oleh sang penggarap selama aktifitas pemeliharaan bibit sengon pasca penanaman di lahan masing-masing.  

Gambar 1. Kondisi Tanaman Sengon Laut di Lahan Amaq Mukhsin, Anggota KTH Harapan Bersama
(Sumber foto :  Koleksi Pribadi TIM Pemberdayaan Masyarakat KPHL Rinjani Timur)

Kondisi tanaman sengon laut di lahan garapan Amaq Mukhsin yang ditanam  pada akhir bulan Desember 2015 tumbuh dengan sangat baik. Hal ini dikarenakan pada akhir bulan desember sampai pertengahan bulan februari intensitas turunnya hujan cukup tinggi, sehingga kebutuhan air pada awal penanaman terpenuhi dengan baik. Di sisi lain, Amaq Mukhsin tidak menanam tanaman bawah tegakan, sehingga tanaman bisa melakukan pertumbuhan secara optimal karena rendahnya persaingan antar tanaman.  Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, tanaman sengon laut di lahan garapan Amaq Mukhsin mencapai ketinggian kurang lebih 3 meter. Pertumbuhan pohon sengon yang baik tersebut juga dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan oleh Amaq Mukhsin selama pemeliharaan pasca penanaman, selain melakukan penyiangan rumput di sekitar tanaman, seringkali beliau juga melakukan penyiraman pada pohon sengon laut selama hujan tidak turun di kawasan tersebut. 
Gambar 2. Kondisi Tanaman Sengon Laut di lahan Eko Saipudin, Anggota KTH Harapan Bersama)
(Sumber foto : Koleksi Pribadi TIM Pemberdayaan Masyarakat KPHL Rinjani Timur)

Eko Saipudin  menanam  pohon sengon laut dengan jarak tanam 5 x 3 meter dengan pemilihan tanaman jagung di bawah tegakannya. Tanaman sengon laut mulai ditanam sekitar pertengahan bulan januari, hingga saat ini tinggi pohon mencapai kurang lebih 2,3 meter. Tanaman tersebut tumbuh cukup baik, meskipun pada awalnya bibit sengon laut yang ditanam ternaungi  tanaman jagung, namun setelah musim panen jagung tiba, kondisi sengon laut tetap cukup baik pertumbuhannya. Pemeliharaan yang dilakukan dengan melakukan pemupukan bersamaan dengan perlakuan pemeliharaan pada tanaman jagung. 
Gambar 3. Kondisi Tanaman Sengon Laut di lahan Amaq Paesal, Anggota KTH Harapan Bersama)
(Sumber foto : Koleksi Pribadi TIM Pemberdayaan Masyarakat KPHL Rinjani Timur)

Lahan di atas merupakan lahan garapan Amaq paesal di kawasan kemitraan kehutanan. Beliau memiliki lahan garapan seluas 0.5 Ha dan ditanami sengon laut dengan jarak tanam 3 x 3 meter, tanpa tanaman bawah tegakan. Penanaman dilakukan sekitar pertengahan bulan januari dan saat ini tinggi pohon mencapai kurang lebih 2,5 meter.
Gambar 4.  Kondisi Tanaman Sengon Laut di lahan Pak Aton, Anggota KTH Harapan Bersama
 (Sumber foto : Koleksi Pribadi TIM Pemberdayaan Masyarakat KPHL Rinjani Timur)
Lahan Pak Aton terletak di pinggir jalan, tepat di depan kantor kepala desa sugian, beliau menanam sengon laut dengan jarak tanam 3 x 5 meter dengan tanaman bawah tegakan padi. Hujan yang tidak turun di kawasan tersebut mulai dari pertengahan bulan februari menyebabkan Pak Aton gagal panen padi karena kondisi tanaman padi yang mengering sebelum berbulir. Meskipun demikian, kondisi pohon sengon laut di lahan beliau sebagian besar tumbuh dengan baik.




Gambar 5.  Kondisi Tanaman Sengon Laut di lahan Amaq Iderus, Anggota KTH Harapan Bersama)
(Sumber foto : Koleksi Pribadi TIM Pemberdayaan Masyarakat KPHL Rinjani Timur)
Harapan itu masih ada, meskipun tahun ini nampaknya bakal gagal panen padi, namun melihat tanaman sengon laut yang masih hidup dan masih hijau memberikan harapan bakal panen raya pohon untuk lima tahun ke depan, begitulah kurang lebih harapan Amaq Iderus saat melihat kondisi tanaman di lahannya. Seperti halnya Pak Aton, Amaq Iderus dan penggarap lainnya yang memilih tanaman padi sebagai tanaman bawah tegakan mengalami kegagalan panen karena hujan yang tidak turun menyirami, namun adanya program kemitraan kehutanan bersama KPHL Rinjani Timur menanamkan sebuah  harapan akan kesejahteraan melalui produksi kayu dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Salam Hangat
TIM Pendamping Kemitraan Sugian





Tidak ada komentar:

Posting Komentar