Selasa, 26 Juli 2016

Pemberkasan Pengukuhan Kelompok Tani Hutan "Pade Pacu"

#DiaryPKLUNRAM KPHL Rinjani Timur

oleh Suriyadi Ilham
 
Pertemuan dengan Kelompok Tani Hutan "Pade Pacu"
Pemberdayaan masyarakat setempat melalui Kemitraan Kehutanan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat setempat untuk mendapatkan manfaat sumber daya hutan secara optimal dan adil melalui Kemitraan Kehutanan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat (Permenhut No 39 Tahun 2013).  

Kemitraan Kehutanan adalah kerjasama antara masyarakat setempat dengan Pemegang Izin Pemanfaatan Hutan atau Pengelola Hutan, Pemegang Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan, dan/atau Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam pengembangan kapasitas dan pemberian akses, dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan (Permenhut No 39 Tahun 2013)

Masyarakat setempat adalah kesatuan sosial yang terdiri dari Warga Negara Republik Indonesia yang tinggal di dalam dan/atau di sekitar hutan, yang bermukim di dalam dan di sekitar kawasan hutan yang memiliki komunitas sosial dengan kesamaan mata pencaharian yang bergantung pada hutan dan aktivitasnya dapat berpengaruh terhadap ekosistem hutan. Masyarakat setempat merupakan orang-orang yang dekat dengan hutan yang akan menikmati hasil menjaga hutan dan akibat dari merusak hutan. Melalui kemitraan kehutanan masyarakat dapat mempergunakan lahan hutan milik negara melalui pemegang izin pengelola hutan.

Senin, 25 Juli 2016

Pembuatan Media Tanam dengan Kadaka

#DiaryPKLUNRAM KPHL RINJANI TIMUR

oleh Dony Sudirata Pratama | dokumentasi : St. Hardiyanti


Pembibitan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan tanaman baru agar jumlah tanaman bertambah. Pembibitan merupakan salah satu tahapan dalam sistem silvikultur untuk memenuhi kebutuhan bahan tanaman baru (bibit) yang siap ditanam ke lapangan. 

Pembuatan media tanam Kadaka
Pembibitan dengan menggunakan media kadaka merupakan pembuatan bibit yang dilakukan dengan menggunakan akar tumbuhan paku sebagai pengganti tanah. Media ini digunakan karena mempunyai beberapa kelebihan diantaranya dapat menyerap air dengan baik serta dapat juga menjaga kelembaban media dan sekitar lingkungan penanaman oleh akar tumbuhan paku tersebut. Disamping itu, kadaka ini cocok digunakan sebagai media pembibitan untuk tanaman kehutanan karena pada saat pemindahan anakan pohon, akar yang berada pada media kadaka mudah dicabut sehingga dapat meminimalisasi adanya kerusakan bibit. Selain itu juga media ini sangat cocok sebagai media tanam ditempat kering karena kemampuan mempertahankan dan menyerap airnya yang baik.

Sabtu, 23 Juli 2016

Tindak Lanjut Rencana Kerjasama Pihak CV. Agro dan HKm Dongo Baru Desa Sapit (Serai Wangi)

#DiaryPKLUNRAM KPHL Rinjani Timur

oleh : St. Hardiyanti (Diyan)



Pertemuan antara pihak CV. Agro dengan anggota HKm Dongo Baru yang difasilitasi oleh KPHL Rinjani Timur dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Juli 2016 di salah satu rumah anggota HKm Dongo Baru di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Kedua pihak tersebut berencana untuk melakukan kerjasama dalam mengembangkan tanaman serai wangi di dalam areal perijinan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Kegiatan ini dihadiri sekitar 15-20 orang yang terdiri dari anggota HKm Dongo Baru, perwakilan CV. Agro, KPHL Rinjani Timur, dan mahsiswa PKL.

Kegiatan pertemuan tersebut dibuka oleh Bapak Hilal selaku ketua umum HKm Dongo Baru. Dalam pembukaanya, Bapak Hilal mengingatkan kembali hasil dari pertemuan yang telah dilakukan sebelumya terkait kerja sama yang akan dilakukan dengan pihak CV. Agro untuk melakukan penanaman serai wangi dan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan awal tentang KPH. Pengenalan tentang KPH dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum terkait dengan apa itu KPHL Rinjani timur, apa saja yang menjadi tugas dan fungsi KPH, wilayah kelola dari KPHL Rinjani timur, serta mengapa kerja sama ini harus mengikutkan KPH. Selanjutnya, proses kegiatan berlanjut kepada penyampaian beberapa hal oleh pihak CV Agro.

Pertemuan antara HKm Dongo Baru dan CV. Agro yang difasilitasi oleh KPHL Rinjani Timur di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur