Selasa, 27 Oktober 2015

Diskusi Umum Bersama Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB



MASBAGIK – (24/10) Kunjungan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB Ir. H. Andi Pramaria, M.Si ke Kantor KPHL Rinjani Timur memberikan wacana baru tentang pengelolaan kawasan hutan terutama pada kawasan hutan KPHL Rinjani Timur. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menghadiri diskusi bersama dengan masyarakat yang bersedia untuk menjalin kerjasama Kemitraan Kehutanan dengan KPHL Rinjani Timur. Diskusi yang diadakan di Ruang Rapat Kantor KPHL Rinjani Timur pada tanggal 24 Oktober 2015 ini berlangsung secara lancar dan hidup. 

Ir. Andi Pramaria, M.Si membuka diskusi dengan memaparkan tentang hutan berikut dengan pembagian hutan berdasarkan fungsinya dan cara pengelolaan kawasan hutan menurut fungsi dan peruntukannya masing – masing. Paparan ini dimaksudkan agar masyarakat yang akan menjadi mitra KPH memiliki pemahaman yang sama mengenai hutan, fungsi hutan, serta pemanfaatan hutan sesuai dengan fungsi dan peruntukannya sehingga kelestarian tetap terjaga. Terlebih lagi di KPHL Rinjani Timur terdapat 2 macam hutan berdasarkan fungsinya yakni hutan lindung dan hutan produksi yang memiliki fungsi dan tata cara pengelolaan yang sedikit berbeda.
Selain itu dipaparkan juga mengenai P.39 Tahun 2013 mengenai Kemitraan Kehutanan. Peraturan menteri kehutanan tersebut menjabarkan mengenai apa itu kemitraan kehutanan, siapa saja yang berkewajiban dan berhak melakukan kemitraan kehutanan, skema dan tahapan seperti apa yang dilaksanakan dalam upaya membangun kemitraan kehutanan, dan lain sebagainya. Dengan pemaparan tersebut diharapkan baik pihak KPHL Rinjani Timur maupun masyarakat calon mitra memiliki pemahaman yang sama mengenai kerjasama kemitraan kehutanan.

Hal lain yang tidak kalah menarik yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutaan Provinsi NTB ialah strategi dalam melakukan pengelolaan terhadap potensi – potensi yang ada di dalam kawasan hutan KPHL Rinjani Timur salah satunya ialah melalui pengolahan hasil hutan bukan kayu. Penjelasan terkait dengan pengelolaan potensi kawasan disampaikan pula oleh Ir. Sitti Hilyana, M.Si dosen Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram yang juga merupakan istri dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB. Beliau menuturkan mengenai berbagai macam inovasi yang dapat dilakukan terhadap hasil – hasil dari kawasan hutan KPHL Rinjani Timur baik hasil hutan bukan kayu maupun jasa lingkungan wisata alam. Salah satu hal yang dicontohkan ialah pengolahan daun mangrove menjadi sirup, pengolahan jambu mete menjadi sirup dan abon, pengolahan kerang menjadi kerupuk, pengolahan tomat menjadi manisan, dan lain sebagainya. Tidak kalah penting ialah pengelolaan gili – gili yang ada di dalam kawasan KPHL Rinjani Timur yang dicontohkan akan dibangun shelter dan port penyeberangan sehingga memudahkan akses. 

Diskusi ini menjadi  hidup setelah mendapatkan respon antusiasme yang positif dari masyarakat yang menjadi peserta diskusi. Masyarakat terlihat sangat tertarik dengan materi yang dipaparkan oleh kedua narasumber tersebut.  Harapan masyarakat ialah bagaimana kawasan hutan yang dikelola secara lestari sesuai dengan peraturan yang ada tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitarnya. (MU)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar