Jumat, 23 Oktober 2015

Jahe Instan Semaring Telah Dirilis


SUELA - (22/10) Salah satu produk unggulan KPHL Rinjani Timur "Jahe Instan Semaring" telah dirilis kemarin dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Pertemuan Gapoktan Puncak Semaring, Desa Mekar Sari. Pertemuan yang dihadiri oleh banyak stakeholder yang terdiri dari Pengurus dan beberapa anggota Gapoktan Puncak Semaring, perwakilan KPHL Rinjani Timur, perwakilan LSM Pendamping (Gema Alam dan Telapak), serta Kepala Desa Mekar Sari ini membahas tentang rencana tindak lanjut dari hasil pertemuan Ekspose Proposal Kemitraan di Dinas Kehutanan Provinsi NTB

Jahe Instan Semaring merupakan produk olahan Jahe hasil budidaya masyarakat Desa Mekar Sari yang tergabung dalam kelompok Gapoktan Puncak Semaring. Ide pengolahan jahe ini diinisiasi oleh saudari Jamilyadhatus Sholihah, S.Hut, salah satu Bakti Rimbawan KPHL Rinjani Timur dalam Tim Pemberdayaan Masyarakat. Menurut Mila, sapaan akrabnya, jenis jahe yang dikembangkan di Desa Mekar Sari cocok untuk diolah menjadi minuman instan dan permen karena jenis jahe ini memiliki tingkat kepedasan yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, nilai jual jahe mentah yang cukup rendah akan sangat merugikan masyarakat yang memdudidayakannya. Harapannya melalui produk ini akan dapat meningkatkan nilai jual dari jahe hasil budidaya masyarakat Desa Mekar Sari. 

Dalam rangka menjalin kerjasama Kemitraan Kehutanan dengan KPHL Rinjani Timur, Gapoktan Puncak Semaring bersepakat untuk menjadikan tanaman Jahe dan Porang sebagai tanaman tumpang sari yang akan dikembangkan di kawasan hutan yang dimitrakan. Disamping itu masyakarat juga telah bersepakat untuk menanam tanaman berkayu seperti durian, kayu manis, kemiri, serta mahoni sebagai tanaman pokok di lahan kemitraan tersebut. Meski naskah kesepakatan kerjasama Kemitraan Kehutanan belum disahkan, masyakarat sudah berkomitmen untuk melaksanakan kerjasama ini. 

Melihat antusiasme masyarakat untuk melakukan kerjasama kemitraan kehutanan ini, KPHL Rinjani Timur pun memfasilitasi kegiatan untuk peningkatan kapasitas kelompok melalui pelatihan pengolahan produk - produk hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan dari lahan kemitraan ini salah satunya dengan pengolahan jahe menjadi minuman instan. Dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat sekitar kawasan hutan mampu mengangkat perkonomian mereka melalui pengolahan hasil hutan bukan kayu yang selama ini hanya dipasarkan dalam bentuk mentah dengan harga yang sangat rendah. (MU)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar