Kamis, 03 Desember 2015

Budidaya Tanaman Sengon Laut



Oleh : Sandy P. Gautama



Hai, sobat sekalian dimana berada......
Kali ini saya ingin berbagi sedikit tips - tips tentang Budidaya Tanaman Sengon Laut secara generatif yang sangat efektif dan efisien untuk di lapangan. Tetapi sebelum kita lanjut membahas lebih dalam, marilah kita terlebih dahulu mengenal tentang klasifikasi ilmiah dari tanaman sengon laut tersebut, yaitu :


Klasifikasi Ilmiah


Nama Perdagangan
:
Sengon, Jeunjing
Kerajaan
:
Plantae
Divisi
:
Magnoliophyta
Kelas
:
Magnoliophyta
Ordo
:
Fabales
Famili
:
Leguminosae
Genus
:
Paraserianthes
Spesies
:
Paraserianthes falcataria
Nama botanis
:
Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
Sinonim
:
Albizia falcata (L.) Back






Nah sobat sekalian, setelah tadi kita telah mengerti dan memahami tentang klasifikasi ilmiahnya.  Mari sekarang kita coba yuk memahami asal usul sebaran benih, musim berbuah, pengekstrakan buah, penyortiran / penyeleksian benih, penyimpanan benih, hingga perlakuan pendahuluan terhadap benih sengon laut. Sebelum nantinya benih tersebut akan disemaikan kedalam bedeng tabur / bedeng semai.

Sebaran 
Untuk penyebaran benih sengon ini sendiri secara alaminya dapat kita temukan di Papua dan Kepulauan Maluku, sedangkan untuk Sumber benih itu sendiri terdapat di Kota Kediri ( Provinsi Jawa Timur ).  Tumbuh pada ketinggian 0 - 1200 m diatas permukaan laut dengan curah hujan 2400 - 4800 mm/tahun. Untuk Jenis ini tumbuh pada tanah yang berlapisan dalam dengan drainase air yang baik serta toleran terhadap terpaan angin, tanah asam, dan padat.

Musim Buah 
Musim berbuah untuk tegakan sengon pada umumnya dimulai dari Bulan Juli - Agustus. Buah/polong yang masak/matang akan berwarna kecoklatan. Dan jumlah Benih perkilo adalah kisaran 25.000 sampai 28.000 benih.

Pengekstrakan, Penyortiran, dan Penyimpanan Benih
Langkah - langkah dalam pengekstrakan, penyortiran / penyeleksian benih hingga penyimpanan benih sengon laut yaitu, antara lain :
1.     Polong tersebut dijemur selama 1 hari.
2.     Kemudian polong tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dipukul - pukul dengan menggunakan kayu hingga polong tersebut hancur.
3.     Setelah polong tersebut hancur, maka benih sengon laut dipisahkan dari polong yang hancur/kotorannya .
4.     Setelah Benih sengon laut tadi telah dipisahkan dari polong yang hancur/kotorannya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan sortasi / seleksi benih dengan cara memisahkan benih yang berkualitas dengan benih yang jelek.
5.     Kemudian benih sengon laut hasil dari seleksi benih / sortasi dijemur selama 1 hari.
6.     Setelah dilakukan penjemuran maka langkah selanjutnya adalah mengemas benih sengon laut ke dalam plastik yang kedap udara.
7.     Dan langkah yang terakhir adalah benih yang telah dikemas dapat disimpan kedalam ruang kamar yang ber AC atau disimpan kedalam lemari es dengan kadar air rendah (5 - 8 %). Dengan cara ini viabilitas benih sengon laut dapat dipertahankan selama kurang lebih 12 bulan.
Perlakuan Pendahuluan
Langkah - langkah yang harus dilakukan dalam perlakuan pendahuluan terhadap benih sengon laut yaitu : 
1.     Sebelum melakukan perlakuan pendahuluan , marilah untuk kita perhatikan terlebih dahulu asal usul dari benih yang akan dilakukan perlakuan pendahuluan dan jangan asal memilih benih sebelum mengetahui asal usul benih tersebut.
2.     Carilah Benih yang berkualitas dari sumber benih yang teruji kualitasnya atau belilah benih yang sudah memiliki sertifikat uji benih.
3.     Setelah melalui tahapan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah penyiapan media perlakuan pendahuluan. Adapun bahan - bahan yang harus disiapkan antara lain yaitu benih sengon laut, sendok, saringan, wadah / mangkok untuk benih, air panas dan air dingin/biasa, tali, dan karung.
4.     Setelah bahan - bahan siap, maka langkah selanjutnya adalah masukkan benih kedalam wadah/mangkok.
5.     Kemudian tuangkan air panas kedalam wadah yang berisikan benih sengon laut tersebut dan biarkan benih tersebut terendam oleh air panas selama 5 menit.
6.     Selama benih masih terendam air panas, maka pisahkanlah benih yang terendam dengan benih yang mengapung dan buanglah benih yang mengapung.
7.     Setelah selesai perendaman selama 5 menit serta pemisahan benih yang terendam dengan benih yang mengapung, maka buanglah air yang ada dalam wadah tersebut dengan menggunakan saringan agar benih tersebut tidak tumpah atau tidak ikut terbuang dengan air panas tersebut.
8.     Setelah selesai penyaringan, masukkan lagi benih tadi kedalam wadah/mangkok.
9.     Kemudian tuangkan air dingin kedalam wadah yang berisikan benih sengon laut tersebut dan biarkan benih tersebut terendam oleh air dingin selama 1 menit.
10. Setelah benih tersebut terendam air dingin selama 1 menit, maka langkah selanjutnya adalah membuang air tersebut dengan menggunakan saringan agar benih tersebut tidak tumpah atau tidak ikut terbuang dengan air dingin tersebut.
11. Setelah selesai penyaringan, maka masukkanlah benih sengon laut tersebut ke dalam karung dan ikatlah ujung atas karung tersebut menggunakan tali agar karung tersebut tertutup rapat.
12. Setelah itu langkah selanjutnya adalah simpanlah benih sengon laut yang sudah dimasukkan ke dalam karung tersebut selama 3 hari ditempat yang gelap dan lembab. contohnya : dibawah kolong ranjang. 
13. Dan langkah yang terakhir yaitu setelah 3 hari penyimpanan, maka bukalah karung tersebut dan semaikanlah benih tersebut ke dalam media tabur / semai yang telah kita siapkan. 

Semoga tips – tips yang saya berikan ini dapat sedikit membantu kawan – kawan di rumah yang ingin mencoba membudidayakan tanaman sengon laut .......
Selamat mencoba ya !!!!!!
Salam Rimbawan !!!!!!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar