Rabu, 27 Januari 2016

Membangun Hutan Tanaman Melalui Sistem Kemitraan Kehutanan


Sejak tanggal 26 maret 2015 Tim Pendamping Pemberdayaan Masyarakat KPHL Rinjani Timur terjun ke masyarakat sekitar kawasan hutan tertentu yang akan dijadikan areal kemitraan yang terletak di Desa Sugian Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Pertama, kami turun menemui pemerintah desa setempat untuk memperkenalkan diri sebagai Pendamping Masyarakat dan melakukan identifikasi ada dan tidaknya Kelompok Tani Hutan (KTH) di desa tersebut. Selain itu kami juga menyampaikan maksud dan tujuan program baru yang akan dicanangkan di Desa setempat, yaitu program Kemitraan Kehutanan bersama masyrakat sekitar kawasan hutan dengan acuan perundangan Peraturan Pemerintah Kehutanan Nomor 39 tahun 2013. Hasil identifikasi menyatakan bahwa, di Desa tersebut terdapat KTH dengan nama KTH Harapan Bersama. Akan tetapi, KTH tersebut masih belum dikukuhkan oleh pemerintah setempat. Selanjutnya, kami turun menemui ketua kelompok dan beberapa orang pengurus KTH tersebut. Hasil tinjauan kami terkait perkembangan kelompok yang telah dibentuk, ternyata KTH Harapan Bersama dibentuk berdasarkan hasil kesepakatan pertemuan dari beberapa orang dengan struktur kepengurusan yang dibentuk diatas meja atau tanpa musyawarah, sehingga masyarakat belum mengerti akan maksud pembentukan KTH tersebut. 

Sabtu, 16 Januari 2016

Semangat Baru Langkah Baru 2016



Oleh M. Aminuddin Munir, S.Hut, M.Si
(Kepala KPHL Rinjani Timur)

Kita telah memasuki tahun 2016, dan banyak pengalaman yang didapat ditahun 2015 terutama kemitraan kehutanan. Kemitraan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka mewujudkan “Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera”.

KPH Rinjani Timur dengan luas 37.063,67 Ha, tidak mungkin berhasil mengelola hutan tanpa ada peran serta dan kontribusi dari masyarakat. Oleh karenanya, pada tahun 2015 fokus kegiatan KPH Rinjani Timur yakni membangun kemitraan dengan masyarakat pinggir kawasan, baik dalam pemanfaatan jasa lingkungan (Koperasi Wisatani), HHBK (KTH Semaring) maupaun HHK (KTH Harapan Bersama). Tidaklah berlebihan jika KPH Rinjani Timur mengambil slogan “Gandeng masyarakat, hutan lebat, KPH hebat” karena salah satu resolusi di tahun 2016 yaitu tersusunnya dokumen kemitraan yang menjamin bagi hasil yang menguntungkan para pihak dengan dasar hukum yang kuat. 

Kamis, 03 Desember 2015

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Kabupaten Lombok Timur 2015

28 November, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 24 tahun 2008 telah disepakati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional. Tema HMPI Tahun 2015 “Ayo Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon Untuk Hidup Yang Lebih Baik” disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Zainal Abidin, S.Sos, pada peringatan HMPI Tingkat Kabupaten Lombok Timur di Labuhan Haji, Sabtu 28 November 2015.
H. Suhermanto, selaku Kepala Bidang RLPS sekaligus ketua panitia, menjelaskan bahwa kegiatan HMPI ini sebenarnya bertujuan untuk menyukseskan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan dalam rangka mengatasi lahan kritis di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan.  Lokasi penanaman untuk kegiatan HMPI tahun ini dipilih di Labuhan Haji, yaitu di luar kawasan hutan sebagai upaya reboisasi sempadan pantai.

Yang Muda Yang Berjaya




Membangun Kemitraan Kehutanan di Wilayah Konflik, suatu tantangan baru yang diterima oleh tiga orang rimbawan sarjana muda yang saat ini tergabung dalam ikatan Tenaga Bakti Rimbawan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) di KPHL Rinjani Timur Unit IV  Nusa Tenggara Barat. Tiga orang rimbawan bernama Lukmanul Hakim, Bisrul Khofi dan Jamilyadhatus Sholihah mendapat tugas perdana untuk menggandeng masyarakat agar bersedia ikut serta bersama – sama dalam membangun Hutan melalui Sistem Kemitraan Kehutanan pada kawasan hutan produksi yang terletak di Desa Sugian Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur yang diketahui memiliki kondisi sosial, ekonomi dan politik yang cukup menantang.

Budidaya Tanaman Sengon Laut



Oleh : Sandy P. Gautama



Hai, sobat sekalian dimana berada......
Kali ini saya ingin berbagi sedikit tips - tips tentang Budidaya Tanaman Sengon Laut secara generatif yang sangat efektif dan efisien untuk di lapangan. Tetapi sebelum kita lanjut membahas lebih dalam, marilah kita terlebih dahulu mengenal tentang klasifikasi ilmiah dari tanaman sengon laut tersebut, yaitu :

Jumat, 06 November 2015

Pengolahan HHBK Jahe Gajah (Zingiber officinale) sebagai produk unggulan

KPHL Rinjani Timur bersama Kelompok Tani Hutan Gapoktan Puncak Semaring Desa Mekar Sari mengadakan pelatihan pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Jahe Gajah (Zingiber officinale) sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam program kemitraan kehutanan. HHBK yang dibudidayakan dan diolah adalah jahe gajah (Zingiber officinale), yang merupakan salah satu jenis tumbuhan bawah yang banyak tumbuh di bawah tegakan hutan.

Pembinaan dan pelatihan pegolahan Jahe Gajah (Zingiber officinale)
Salah satu tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya peningktan kesejahteraan masyarakat dari segi ekonomi, sesuai dengan visi misi kementerian kehutanan. Hal tersebut dikarenakan selama ini masyarakat hanya mampu mengambil dan memanfaatkan HHBK jahe dalam bentuk mentah dengan nilai penjualan yang sangat rendah. Pengolahan jahe diarahkan untuk dijadikan produk Kelompok Tani Hutan Gapoktan Puncak Semaring dalam bentuk Jahe serbuk instant dan permen jahe. Dengan adanya pembinaan dalam pengolahan HHBK ini diharapakan ke depannya mampu menambah lapangan pekerjaan bagi masayarakat Desa Mekar Sari. Guna mempermudah dalam upaya pengolahan, Gapoktan Puncak Semaring bersama KPHL Rinjani Timur dan perangkat Desa Mekar Sari membentuk kelompok usaha bersama yang terdiri dari para ibu rumah tangga dan pemudi desa.

Rabu, 04 November 2015

Perjalanan Kemitraan Bukit Pergasingan

Bukit Pergasingan merupakan salah satu objek wisata di Sembalun yang dikelola oleh kelompok masyarakat desa. Bukit Pergasingan terletak di dalam blok wilayah tertentu KPHL Rinjani Timur dan dapat dikembangkan melalui skema kerjasama kemitraan kehutanan.
 
Pada awalnya, bukit Pergasingan terlihat ramai pengunjung pada saat malam tahun baru 2015 padahal belum ada kebijakan dari KPHL Rinjani Timur untuk mengelolanya. Hal ini yang kemudian mengusik dan kemudian dilakukan pengecekan langsung ke lokasi Bukit Pergasingan. Penggalian informasi awal dilakukan melalui para polhut, jagawana, dan lang-lang yang bertugas di kawasan Sembalun. Bersamaan dengan penggalian informasi tersebut, kami, KPHL Rinjani Timur juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi camping ground Bukit Pergasingan.
Survey kawasan Bukit Pergasingan